Posts

Showing posts from 2012

Sistem Kerja Kontrak dan Outsourcing dalam Perspektif HAM

Image
Pada 3 Oktober 2012, kaum buruh Indonesia yang dipelopori oleh Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) melancarkan aksi Mogok Nasional. Salah satu slogan mereka adalah penghapusan outsourcing . Mogok Nasional ini sendiri bisa dikatakan sebagai salah satu puncak dari gerakan Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah (Hostum) yang digulirkan sejak Mei 2012. Sejak itu, mereka sudah melakukan aksi-aksi pengepungan pabrik untuk memaksa pengusaha mengubah status buruhnya yang outsourcing menjadi hubungan kerja langsung dengan perusahaan tempat ia bekerja.

Bergerak dari yang Nyata: Realisme, Emansipasi dan Sosialisme

Tanggapan Terhadap Muhammad Al-Fayyadl Dalam tulisannya di IndoProgress yang berjudul ”Bergerak dari Titik Perbatasan,”[ 1 ] Muhammad Al-Fayyadl memproblematisir penafsiran Martin Suryajaya atas Derrida dalam bukunya, Materialisme Dialektis . Setelah itu, Al-Fayyadl masuk ke dalam persoalan emansipasi. Menurutnya, emansipasi mensyarakatan adanya kemustahilan. Dan realisme―karena tulisannya adalah tanggapan atas buku Martin, maka saya anggap yang dimaksud realisme oleh Al-Fayyadl adalah realisme Marxis―tidaklah memadai bagi emansipasi. Dalam tulisan ini, saya tidak akan memproblematisir interpretasi Al-Fayyadl atas Derrida, karena saya tidak menguasai pemikiran Derrida. Yang hendak saya problematisir di sini adalah pendapat Al-Fayyadl soal emansipasi yang mensyaratkan kemustahilan dan tidak memadainya realisme.

Jumlah Rakyat Miskin Pengguna BBM Lebih Banyak dari Kelas Menengahnya

Image
Salah satu argumen para pendukung kenaikan harga BBM bersubsidi adalah bahwa kenaikan harga BBM tidak akan berdampak banyak pada rakyat miskin, karena konsumsi BBM rakyat miskin itu kecil. Sebaliknya, beban terbesar kenaikan harga BBM ada pada kelas menengah ke atas, karena mereka lah yang mengkonsumsi bagian terbesar dari BBM bersubsidi melalui mobil pribadi mereka. Argumen ini bukan hanya diajukan sekarang, tapi juga pada kenaikan harga BBM yang lalu. Dengan asumsi bahwa pengguna terbesar BBM bersubsidi adalah sektor transportasi, mari kita lihat data jumlah kendaraan bermotor di Indonesia menurut jenisnya:

Kenaikan Harga BBM Tidak Menyebabkan Penghematan BBM

Image
Untuk mendukung posisinya yang mendukung kenaikan harga BBM, ekonom Anggito Abimanyu dalam artikelnya, "Kenaikan Harga BBM" , yang diterbitkan di Kompas.com , 1 Maret 2012, mengajukan problematika konsumsi BBM bersubsidi sebagai salah satu argumen pendukungnya. Menurutnya, "Berbeda dengan tahun 2005 dan 2008, kenaikan harga subsidi saat ini tidak hanya disebabkan oleh kenaikan harga dunia, tetapi juga oleh melonjaknya konsumsi BBM bersubsidi."

Kenapa Kita Harus Menolak Kenaikan Harga BBM?

Pemerintah tampaknya sudah bulat akan menaikkan harga BBM bersubsidi. Ini terlihat dari pernyataan Presiden SBY saat membuka sidang kabinet di Jakarta tanggal 22 Februari lalu. "Saya sudah ambil keputusan...harga BBM mau tidak mau mesti disesuaikan dengan kenaikan yang tepat," ungkap SBY seperti dikutip oleh Antaranews.com (22/2).

Upah Nominal VS Upah Riil Buruh Industri

Image
Selama ini, bagaimana sebenarnya kondisi upah buruh jika diperbandingkan dengan harga-harga barang? Dalam ilmu ekonomi, dikenal apa yang dinamakan "upah nominal" dan "upah riil." Upah nominal adalah angka aktual dari upah yang kita terima, sementara upah riil adalah nilai upah itu dibandingkan dengan harga-harga barang yang ada. Antara upah nominal dan upah riil bisa terjadi gap , bahkan upah nominal bisa naik, tapi upah riil sebenarnya turun. Semuanya bergantung pada situasi harga barang.

Ideologi dan Reproduksi Masyarakat Kapitalis

Catatan Pengantar Untuk Diskusi Tulisan Althusser, 'Ideologi dan Aparatus Ideologi Negara' [1] Dalam tulisan "Ideologi dan Aparatus Ideologi Negara," [2] pertanyaan mendasar yang hendak dijawab oleh Althusser, menurut saya, adalah bagaimana formasi sosial kapitalisme bisa terus mereproduksi dirinya . Dalam menjawab pertanyaan itu, Althusser memulai dari "reproduksi syarat-syarat produksi," baru kemudian ia mengambil jalan memutar dengan membahas "infrastruktur dan suprastruktur." Tapi, untuk mendapatkan "gambaran besarnya" terlebih dahulu, di sini, kita akan memulai pembahasan dari infrastruktur dan suprastruktur, baru setelah itu, masuk ke hal-hal lain yang lebih spesifik.

Mungkinkah Sosialisme Diwujudkan Dengan Reformasi?

Sebuah Ulasan Singkat Atas Reformasi Atau Revolusi Karya Rosa Luxemburg Reformasi atau Revolusi karya Rosa Luxemburg diterbitkan pertama kali pada 1900 (edisi kedua yang direvisi terbit 1908). Buku ini berisikan polemik Rosa dengan kaum reformis atau revisionis di Partai Sosial-Demokrat Jerman (SPD), khususnya Eduard Bernstein, yang menjadi juru bicara teoretik aliran ini. Dalam buku ini, Rosa membantah pendapat mereka yang menyatakan bahwa kapitalisme bisa diubah menjadi sosialisme dengan jalan reformasi. Menurut Rosa, hal itu mustahil, karena kapitalisme memiliki kontradiksi internal yang hanya bisa diatasi oleh revolusi. Itulah kenapa, bagi Rosa, revolusi bukanlah hal yang bersifat taktis, melainkan prinsipil. Ini bukan berarti Rosa menolak reformasi, karena reformasi tetap memiliki tempat dalam gerakan sosialis, tetapi ia hanya merupakan alat, sementara tujuannya adalah revolusi.